Thursday, May 04, 2006

Tanda-tanda Zaman

Pengantar dalam majalah Basis yang dikelolah oleh Serikat Yesus (SJ) di Yogya adanya rubrik tanda-tanda zaman. Kolom ini menjadi editorial majalah Basis. Mula-mula di diasuh oleh Romo Dick Hartoko. Dan saat ini diteruskan oleh romo Sindhunata. Banyak orang tahu tentang romo Sindhu begitu juga dengan romo Dick Hartoko lewat tanda-tanda zaman di majalah Basis. Peringatan 50 tahun usia Majalah Basis di Yogya Sindhunata menggambarkan keadaan zaman sekarang yang disebutnya "zaman risiko". Inilah keadaan, di mana manusia mengalami suatu dilema dan keguncangan, karena tidak adanya pegangan. Norma-norma yang dulu berlaku, kini tidak lagi. Hampir setiap kejadian dunia yang menimpa umat manusia romo Sindhu menggambar dalam tanda-tanda zaman.

Tanda-tanda zaman selalu punya dimensi. Ilmu pengetahuan membuktikan bahwa dunia ini berputar setiap detik. Kita tidak bisa melihat dan merasakan apakah benar bumi berputar. Banyak sekali perubahan dari waktu ke waktu kadang-kadang juga dari detik ke detik. Namun pada intinya apakah setiap perubahan dari waktu ke waktu itu bisa di baca oleh setiap manusia. Atau setiap manusia selalu mengikuti perubahan-perubahan itu. Barangkali sangat mustahil kalau setiap orang selalu mengikuti perubahan zaman dan perubahan atas peristiwa-peristiwa. Hanya teknologi yang bisa menyesuaikan atas perubahan-perubahan itu atas kehendak manusia.

Hampir setiap waktu kadang-kadang seseorang tidak bisa menguasai secara keseluruhan apa yang direncanakan untuk melakukannya. Karena seseorang dibatasi dengan berbagai macam persoalan. Entah persoalan intelektual atau persoalan-persoalan teknis seperti tidak cukup waktu dan lain sebagainya. Apalagi mau membaca tanda-tanda zaman.

Tahun 2001 telah berakhir. Dua belas bulan 365 hari telah pergi. Banyak hal yang telah kita lalui bersama tahun itu. Negeri Lorosae juga sedang menanti fajar kemerdekaan. Pemerintah Transisi UNTAET segera menarik seluruh komponen di Timor Lorosae. Pelimpahan kekuasaan akan segera diberikan kepada kita pada tanggal 20 Mei 2002. UNTAET juga menegaskan bahwa tanggal 20 Mei-lah hari kemerdekaan Timor Lorosae. Sementara itu juga UUD Timor Lorosae juga sedang digodok di dewan konstituante. Belum ada tanda-tanda kapan kepastian berakhirnya pembahasan UDD di Dewan Konstituante.

Memasuki dunia kemerdekaan kita dengan berbagai persoalan. Entah persoalan yang dititipkan oleh UNTAET kepada kita. Seperti staff lokal yang selama ini bekerja sejak jaman UNAMET sampai sekarang. Juga persoalan-persoalan lokal yang selama ini belum diselesaikan secara keseluruhan oleh UNTAET maupun lider politik kita. Dan berbagai macam pertanyaan-pertanyaan juga belum ada jabawannya. Seperti pengadilan internasional bagi penjahat kemanusian dan lain sebagainya.

Berbasis pada persoalan diatas, beranikah kita untuk kesekian kalinya menerima lagi tantangan ke depan. Beranikah seseorang atau sebuah institusi resmi menjanjikan sesuatu yang pasti kepada masyarakat. Kepastian tentang tanda-tanda zaman ke depan. Seperti masalah ekonomi, politik, keamanan dan kepastian hukum yang sangat dibutuhkan di negeri baru ini.

Menerima kemerdekaan dengan 1001 macam persoalan. Apa antisipatif kita. Point yang harus diingat oleh lider politik kita adalah harus berani menjamin seluruh aspek kehidupan masyarakat kita, meskipun itu adalah sesuatu yang sangat mahal bagi pemerintah defenitif Timor Lorosae nanti. Hal lain yang perlu diantisipasi adalah kalender politik berkaitan dengan tanggal kemerdekaan yang jatuh pada 20 Mei 2002.

Salah satu organisasi politik mengatakan begini jangan sampai melarikan diri sesudah tanggal 20 Mei mendatang. Kata-kata bernada ancaman itu sudah mulai membaur di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu kita jangan sampai mabuk dalam mempersiapkan pesta kemerdekaan nanti. Meskipun UNTAET telah menyiapkan 3 juta USD untuk itu pesta kemerdekaan. Catatan yang paling penting adalah harus ada sisi lain untuk melihat adanya perubahan-perubahan sesudah kemerdekaan Timor Lorosae. Setidaknya lihatlah tanda-tanda zaman sesudah pasca UNTAET.


Helio Freitas

No comments: