Thursday, May 04, 2006

Pernyataan Asosiasi Jurnalis Timor-Lorosae

Kekerasan telah terjadi pada hari Jum’at tanggal 28 April 2006, hari terakhir demonstrasi anggota Falintil-FDTL “petisioner”. Informasi tentang kekerasan, siapa yang memulai tindakan kekerasan dan mengapa mereka melakukan tindakan kekerasan sampai saat ini masih kabur bagi publik. Terdapat desas-desus tentang akan adanya tindakan kekerasan lagi dimasa mendatang. Kami merasa prihatin terhadap pemerintah dan institusi independen lainnya yang tidak memberi informasi yang benar, untuk menenangkan masyarakat sesudah tindakan kekerasan berlangsung.

Pada Hari Kebebasan Pers Internasional ini, 3 Mei 2006, kami, Jurnalis Timor-Lorosae yang bernaung dibawah Asosiasi Jurnalis Timor-Lorosae (AJTL) berikut ini menyampaikan pikiran kami kepada pemerintah dan institusi negara lainnya sebagai berikut:

• AJTL merasa prihatin karena permasalahan ini membuat masyarakat panik, lebih-lebih mereka yang hidup di kota Dili. Keperihatinan ini berdasarkan pada pemikiran kami bahwa, para pemimpin telah kehilangan kapasitas moral dan politik untuk segera menenangkan masyarakat agar tidak panik, setelah tindakan kekerasan berlangsung pada hari terakhir demonstrasi Falintil FDTL “petisi” , tanggal 28 April 2006;
• AJTL merasa prihatin atas keluarnya masyarakat dari kota Dili ke distrik-distrik;
• AJTL mendukung kebijakan pemerintah untuk mencari solusi pada persoalan yang ada di tubuh Falintil FDTL, lewat komisi yang tengah dibentuk oleh pemerintah dengan melibatkan organisasi independen lainnya;
• AJTL mendukung kebijakan pemerintah lewat kementrian yang berkompeten, untuk mengidentifikasi dan membantu masyarakat yang telah kehilangan rumah dan barang-barang berharga mereka yang telah dihancurkan , serta membantu secara langsung pada mereka yang telah menjadi korban tindakan kekerasan;
• AJTL meminta pemerintah eksekutif RDTL untuk mendirikan komisi independen untuk mengivestigasi elemen-elemen yang menyebabkan tindakan kekerasan saat terjadinya demonstrasi yang diorgansir oleh anggota Falintil FDTL “petisioner” yang menyebabkan pembunuhan, kebakaran dan kerusakan mobil dan rumah rakyat. Komisi ini harus melibatkan komponen masyarakat sipil dan harus dilaksanakan secara transparan dan memberi akses kepada media;
• AJTL meminta kepada pemerintah dan institusi negara yang berkompeten untuk menjelaskan kepada publik akan situasi yang terjadi pada hari Jum’at dan Sabtu pagi di kota Dili, lebih-lebih di daerah Tasi-Tolu. Banyak masyarakat yang panik pada dua hari itu dan banyak diantara mereka yang mengungsi sampai sekarang;
• Komisi ini harus mengivestigasi terhadap siapa yang ada dibelakang tindakan kekerasan, dan bagaimana PNTL mengambil tindakan keamanan yang akhirnya memberi peluang bagi para demonstran untuk melakukan tindakan kekerasan;
• AJTL meminta juga pada pemerintah dan institusi negara lainnya yang berkompeten untuk menjelaskan secara benar mengenai alasan intervensi Falintil FDTL dalam menenangkan situasi di Tasi-Tolu dan tempat lain disekitar kota Dili;
• AJTL meminta kepada para penguasa, lebih-lebih pada para petinggi negara untuk duduk bersama berdiskusi tentang bagaimana untuk menguatkan perdamaian ditengah masyarakat sehingga mereka bisa hidup tenang, dan melakukan kegiatan seperti biasanya;
• Dan kami juga meminta kepada organisasi media masa nasional dan internasional untuk memberi informasi berdasarkan fakta, bukan berdasarkan desas-desus, spekulasi yang akan menambah kepanikan masyarakat.


Dili, Hari Kebebasan Pers Internaional 2006
Asosiasi Jurnalis Timor-Lorosae


1. Vírgilio da Sílva Guterres Presidente AJTL_______________________________



2. Aderíto Hugo da Costa Vice Presidente AJTL___________________________



3. Rosario Martins Departemen Luar Negeri_________________________



4. Guilherme da Sílva Departemen Pendidikan_________________________



5. Helio Freitas da Sílva Departemen Organisasi_________________________

No comments: